Perkembangan Mikroprosesor

Jumat, 21 Mei 2010 Jumat, Mei 21, 2010 By renhad

Setiap komputer yang kita gunakan didalamnya pasti terdapat mikroprosesor.
Mikroprosesor, dikenal juga dengan sebutan Central Processing Unit (CPU) artinya unit
pengolahan pusat. CPU adalah pusat dari proses perhitungan dan pengolahan data yang
terbuat dari sebuah lempengan yang disebut "chip". Chip sering disebut juga dengan
"Integrated Circuit (IC)", bentuknya kecil, terbuat dari lempengan silikon dan bisa terdiri
dari 10 juta transistor. Mikroprosesor pertama adalah intel 4004 yang dikenalkan tahun
1971, tetapi kegunaan mikroprosesor ini masih sangat terbatas, hanya dapat digunakan
untuk operasi penambahan dan pengurangan. Mikroprosesor pertama yang digunakan
untuk komputer di rumah adalah intel 8080, merupakan komputer 8 bit dalam satu chip
yang diperkenalkan pada tahun 1974. Tahun 1979 diperkenalkan mikroprosesor baru yaitu
8088. Mikroprosesor 8088 mengalami perkembangan menjadi 80286, berkembang lagi
menjadi 80486, kemudian menjadi Pentium, dari Pentium I sampai dengan sekarang,
Pentium IV. Untuk lebih lengkapnya, bisa melihat gambar dan tabel di bawah ini :
Nama
Tahun
Jumlah
Prosesor Keluar
Transistor
1974
6000
1979
29.000
1982
134.000
1985
275.000
1989
1.200.000
Pentium
1993
3.100.000
Pentium II
1997
7.500.000
Pentium III 1999
9.500.000
Sumber : www.intel.com Keterangan Tabel :
Transistor berbentuk seperti tabung yang sangat kecil, terdapat pada Chip.
Micron adalah ukuran dalam Micron (10 pangkat -6), merupakan kabel terkecil dalam Chip
Clock Speed = kecepatan maksimal sebuah prosesor
Data width = lebar dari Arithmatic Logic Unit (ALU) / Unit pengelola aritmatika, untuk proses
pengurangan, pembagian, perkalian dan sebagainya.
MIPS = Millions of Instructions Per Second / Jutaan perintah per detik.
Lengkapnya dapat Anda lihat di http://students.ukdw.ac.id/~22971790/prosesor.htm
Mikroprosesor & Mikrokomputer Univ. Gunadarma
DASAR MIKROPROSESOR DAN MIKROKONTROLER
Munculnya terminologi komputer sebenarnya berawal dari kebutuhan akan suatu alat yang dapat
dijalankan secara otomatis, memiliki kemampuan untuk mengerjakan hal yang diinginkan.
Perkembangan teknologi semikonduktor, dengan diawali penemuan transistor, telah membawa
kepada kemajuan teknologi elektronika sampai saat ini Komputer
Bagian fungsional utama sebuah komputer adalah Central Processing Unit/Unit Pemroses
Utama, Memori dan Sistem Input-Output. Disebut bagian fungsional karena ketiga komponen
inilah yang membentuk sebuah komputer dengan fungsinya masing-masing. Lebih jauh
mengenai fungsi ketiganya akan diterangkan pada bab berikutnya
Central Processing Unit/Unit Pemroses Utama
Mikroprosesor
Mikroprosesor adalah sebuah CPU yang dibangun dalam sebuah single chip semiconductor.
Mikroprosesor terdiri dari kalkulator yang terbagi dalam register dan ALU dan sebuah pengkode
serta unit pengontrol.
Dalam hubungan kerja dengan pulsa pembangkit berkala, (yaitu sebagai unit terpisah atau
sebagai komponen yang terpadu dalam mikroprosesor) unit pengontrol menjamin urutan yang
tepat dan urutan yang logis dari siklus yang berlangsung di dalam mikroprosesor, ditinjau dari
sistem keseluruhannya
Dalam tinjauan praktis dan aplikasi yang umum contoh dari sebuah mikroprosesor adalah
mikroprosesor 8080, 8086, prosesor intel 386, 486, pentium 100 Mhz, sampai dengan generasi
terbaru, AMD, prosesor Motorola, prosesor Texas Instrument
Mikrokontroler
Sebuah mikroprosesor yang digabungkan dengan I/O dan memori (RAM/ROM) akan
membentuk sebuah sistem mikrokomputer. Terilhami dengan CPU yang dapat dikonstruksi
dalam sebuah single chip semiconductor, maka sebuah mikroprosesor, I/O dan memori dapat
pula dibangun dalam level chip. Konstruksi ini menghasilkan Single Chip Microcomputer
(SCM). SCM inilah yang disebut sebagai mikrokontroler
Mungkin akan timbul pertanyaan, apakah perbedaan antara mikrokomputer dengan
mikrokontroler? Selain arsitekturnya, mikrokontroler jika dibandingkan dengan mikrokomputer
seperti IBM PC adalah penggunaan I/O interface dan media penyimpanan yang berbeda. Dalam
IBM PC media penyimpanan biasa menggunakan disket, maka pada mikrokontroler
menggunakan EPROM sebagai media penyimpanan
Sedangkan perbedaan antara mikroprosesor dengan mikrokontroler sudah jelas. Dalam
mikrokontroler, RAM serta I/O interface sudah masuk di dalamnya. Ini merupakan satu
keuntungan lebih dari mikrokontroler.
Dalam Hal penggunaannya, sistem mikrokontroler lebih banyak dipakai pada aplikasi yang
deterministik, artinya sistem ini dipakai untuk keperluan yang tertentu saja misalkan sebagai
pengontrol PID pada instrumentasi industri, pengontrol komunikasi data pada sistem kontrol
terdistribusi.

0 komentar:

Poskan Komentar